Baners

Jumat, 15 April 2011

Pekerjaan dan Mental


Pekerjaan merupakan hal utama bagi kehidupan. Setiap orang butuh pekerjaan untuk membiayai hidupnya sehari-hari. Tidak semua perkerjaan yang dilakukan itu menghasilkan hasil yang baik. Terkadang kita harus merasakan susah dan kerasnya dunia karier. Dimanapun kita berada, kita pasti sedang dalam persaingan ketat. Itulah yang membuat para pekerja terganggu mentalnya.

Sebuah penelitian terbaru menemukan adanaya hubungan antara kondisi pekerjaan dan kesehatan mental seseorang. Studi dilakukan terhadap 7000 orang di usia kerja di Australia. Peneliti menemukan partisipan yang pengangguran memiliki kesehatan mental buruk. Bahkan, partisipan yang bekerja dengan gaji rendah, karier tidak jelas, atau kontrak kerja jangka pendek memiliki mental seburuk atau lebih buruk ketimbang mereka yang tidak bekerja.

Kualitas psikososial pekerjaan adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam memutuskan kebijakan kesejahteraan pegawai.

Radiasi Nuklir dan Kanker


Baru-baru ini terjadi musibah besar yang sangat menyeramkan dan mengkhawatirkan. Gempa besar dan tsunami melanda jepang sebulan sebelumnya. Dan itu membuat semua orang jepang resah. Mengapa?? Karena beberapa reaktor nuklir yang ada di Jepang meledak dan menyebabkan terjadinya penyebaran radiasi nuklir di seluruh Jepang.

Profesor peneliti dari Departemen Radiasi Onkologi University of Rochester, New York, Jacqueline Williams, mengatakan paparan radiasi nuklir dalam jumlah besar bisa mengacaukan sel-sel tubuh dan mengakibatkan kematian. Komponen penyusun zat radioaktif terbesar adalah iodin dan sesium. Menghirup, mengonsumsi makanan terkontaminasi zat radioaktif menyebabkan kanker troid.

Sebelum dikonsumsi, seluruh bahan makanan harus di cuci dan warga menghindari susu serta daging yang diduga terkontaminasi zat radioaktif.